Di tengah dunia yang kompleks dan besar ini, terkadang solusi yang mendesak tidak hanya datang dari teknologi canggih nan mahal, melainkan ia hadir dari kesederhanaan alam yang sering kita lupakan. Dapur menjadi tempat penyimpanan biji-biji kecil namun perkasa yang dikenal sebagai kacang-kacangan atau pulses. Mulai dari kacang hijau, lentil, hingga kacang merah, kelompok ‘si kecil’ pangan ini telah ikut berkontribusi pada peradaban manusia selama ribuan tahun.
Tiap tanggal 10 Februari, dunia memperingati World Pulses Day atau Hari Kacang-Kacangan Sedunia, yang merupakan hari yang dikhususkan tersebut yang diinisiasi PBB untuk menyadarkan bahwa komoditas ini bukan sekadar bahan pelengkap belaka. Ukurannya yang mungil, kacang-kacangan menyimpan kunci bagi kesehatan tubuh manusia, kesuburan tanah, hingga ketahanan pangan di tengah krisis iklim.
Mari bedah lebih jauh mengapa biji-bijian layak mendapatkan peran utama di piring kita dan di masa depan planet ini.
Si Kecil Sumber Nutrisi
Di sisi medis, kacang-kacangan adalah ‘pembangkit tenaga’ nutrisi yang jarang tertandingi oleh bahan pangan nabati lainnya.
Salah satu keunggulan utamanya adalah kandungan protein nabati dan serat yang sangat tinggi. Hal ini dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes, membantu penurunan berat badan, dan meningkatkan kesehatan tulang.

Sources: Freepik
Perlu kamu tahu, kelompok pangan berbasis biji-bijian itu nggak cuma soal kacang tanah atau almond saja. Ada juga polong dan legum yang masih satu ‘keluarga’.
Terus, sebenarnya apa sih legum dan polong-polongan itu?
Legum adalah istilah secara umum untuk tanaman yang buahnya tumbuh dalam bentuk polong. Jadi, bukan cuma bijinya, tapi keseluruhan tanamannya, dari daun, batang, dan polongnya, masuk dalam kategori ini.
Nah, biji yang bisa dimakan dari tanaman polong-polongan, seperti buncis, kacang polong, sampai lentil, juga termasuk bagian dari kelompok kacang-kacangan.
Singkatnya, mereka ini sumber protein nabati yang padat akan gizi, ramah di kantong, dan pastinya lebih sustainable untuk dikonsumsi sehari-hari.
Kalau selama ini protein hanya identik dengan daging, mungkin sudah waktunya kita berpikir ulang lagi. Karena dari polong kecil tersebut, manfaatnya ternyata nggak kalah besar loh.
Manfaat Mengonsumsi Kacang-Kacangan
Dilansir dari Hello Sehat, panganan ini mengandung lemak yang menyehatkan, vitamin, mineral, serat, dan fitonutrien (zat kimia alami pada tumbuhan) yang bersifat antioksidan.
Secara menyeluruh, beberapa manfaat yang kita bisa dapatkan dalam mengonsumsi kacang-kacangan adalah:
- sumber zat gizi bagi tubuh
- mempertahankan berat badan yang ideal
- mengurangi peradangan dalam tubuh
- menurunkan kolesterol dan trigliserida (jenis lemak yang berada di darah dan sel-sel lemak)
- menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke
- menyehatkan bakteri usus dan melancarkan pencernaan.
Keseluruhan manfaat ini telah kita konsumsi sejak lama oleh nenek moyang kita.
Berbagai kacang-kacangan diubah menjadi panganan yang melezatkan dan bergizi..
Kuliner Tradisional Berbahan Olahan Kacang
Dari generasi ke generasi, aneka kacang diolah jadi sajian yang bukan cuma enak, tapi juga kaya akan nutrisi.
Tempe, tahu, bubur kacang hijau, hingga olahan kacang tanah menjadi teman makan kita sehari-hari, di mana pangan lokal kita sudah lama paham soal gizi yang seimbang.
Tanpa embel-embel ‘superfood’, tanpa tren diet viral, tapi manfaatnya nyata dan dekat dengan keseharian kita.
Selain yang disebutkan di atas, masih banyak panganan lokal yang berbahan dasar kacang-kacangan loh, seperti peyek kacang atau rempeyek, camilan yang terbuat dari tepung beras dan kacang tanah. Makanan ini menjadi pelengkap nasi bersama nasi pecel.
Selanjutnya, ampyang, oleh-oleh dari Jawa Tengah ini, terbuat dari kacang, serbuk jahe, dan gula jawa yang dilarutkan dengan air. Adonan yang hangat dan kacang tanah yang telah disangrai kemudian dicampur menjadi satu. Rasa yang muncul ialah dominan manis, dengan gurih dan sedikit pedas dari jahe.
Dari Pulau Bali, terdapat kacang kapri dari kacang tanah yang kulitnya dikupas lalu digoreng dan selalu menjadi buah tangan wisatawan yang datang ke Bali.
Terakhir, makanan mochi isi kacang tanah yang terkenal di Indonesia biasanya dijajakan di beberapa kawasan seperti Semarang dan Sukabumi. Mochi sendiri diperkenalkan pertama kali oleh sejumlah warga Tionghoa sekitar 1960-an. Seiring waktu, mochi pun di inovasi secara luas oleh masyarakat Indonesia.
Momentum tahunan tiap 10 Februari menjadi titik awal untuk kita mengingat dan menghadirkan menu berbasis kacang-kacangan di piring kita. Hal ini sejalan dengan pola makan Meatless Monday yang mengedepankan sayur, buah, dan kacang-kacangan dalam konsumsi. Demikian, kita tidak hanya menciptakan kesehatan dalam tubuh, melainkan juga mendukung petani lokal dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pangan lokal kita.
Selamat memperingati Hari Kacang-kacangan Sedunia.
Referensi
Lestari, D.A. 2024. 10 Jenis Kacang-Kacangan yang Sehat untuk Tubuh.. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/jenis-kacang-kacangan-yang-sehat/
Meatless Monday. Facts about beans and health. https://meatlessmonday.publichealth.jhu.edu/resources/facts-about-beans-and-health
Meatless Monday. Bean resources. https://meatlessmonday.publichealth.jhu.edu/action/beans-resources?utm_source=Meatless+Monday&utm_campaign=97111214ff-How+to+make+beans+the+star_2_19_26__&utm_medium=email&utm_term=0_-88fe7a6e1b-67884620
Sjafei, H. 2022. Sjafei, H. 2022. A List of Delicious and Tempting Foods Made from Beans. <a href="https://buku.kompas.com/read/3056/daftar-makanan-dari-kacang-kacangan-lezat-dan-menggoda-selera"