Mengurangi Konsumsi Daging untuk Planet yang Lebih Sehat

Share

Meatless Monday Indonesia, kampanye yang mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi daging satu hari dalam seminggu demi kesehatan diri dan bumi, hadir di Indonesia pada tahun 2021.

Seiring modernisasi yang terjadi di Indonesia, semakin banyak masyarakat mengadopsi kebiasaan ala Barat yang berdampak pada kesehatan mereka. Konsumsi daging terus meningkat, begitu pula penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Meatless Monday Indonesia yang dipimpin oleh Jalin Foundation dengan dukungan dari Johns Hopkins Center for Communication Programs (CCP), berupaya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya dapat kembali mengangkat kekayaan kuliner nusantara yang kaya akan hidangan berbasis nabati.

Mereka mengedukasi masyarakat mengenai hubungan antara pola makan tinggi daging dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular. Mereka juga menyoroti bagaimana pengurangan konsumsi daging dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, mulai dari menurunkan emisi gas rumah kaca hingga menjaga sumber daya alam penting seperti air dan bahan bakar fosil. Selain itu, mereka berfokus menjangkau generasi muda perkotaan agar menjadi penggerak utama dalam menyebarkan pesan ini.

“Kami ingin mengikuti gelombang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Dian Rosdiana, Executive Director Jalin Foundation yang juga merupakan sister organization dari CCP. “Orang-orang terus membicarakan sampah plastik dan berbagai isu lainnya, tetapi mereka lupa bahwa apa yang mereka makan juga memiliki dampak besar terhadap lingkungan.”

CCP juga mendukung kampanye Meatless Monday di Ghana dan Afrika Selatan. Program-programnya meliputi pelajaran edukatif, kompetisi memasak, kerja sama dengan chef yang gemar menciptakan hidangan berbasis nabati, dan berbagai aktivitas lainnya.

Gerakan Meatless Monday pertama kali dimulai pada tahun 2003 oleh eksekutif periklanan sekaligus advokat kesehatan masyarakat Sid Lerner, pendiri The Monday Campaigns, bekerja sama dengan Johns Hopkins Center for a Livable Future. Gagasannya sederhana: memulai setiap minggu dengan mengikuti Meatless Monday dapat membantu masyarakat mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, dan makanan berbasis nabati sepanjang minggu.

Lebih dari 20 tahun kemudian, berkat dukungan dari Grace Foundation, Meatless Monday kini hadir di lebih dari 40 negara di seluruh dunia.

“Penelitian menunjukkan adanya dampak positif terhadap kesehatan—mulai dari penyakit jantung dan diabetes hingga beberapa jenis kanker—jika masyarakat mengurangi konsumsi daging, khususnya daging merah dan daging olahan,” ujar Rob Ainslie yang memimpin program Meatless Monday di CCP. “Penelitian juga menunjukkan dampak positif bagi lingkungan karena peternakan memiliki jejak karbon yang sangat besar. Bayangkan dampaknya jika seluruh negara berhenti makan daging satu hari setiap minggu.”

Sementara itu, Becky Ramsing, yang memimpin aspek sains dan teknis Meatless Monday, mengatakan: “Meatless Monday telah berkembang menjadi salah satu kampanye kesehatan masyarakat yang paling mudah diakses dan kreatif di dunia.”

Dalam beberapa tahun singkat, Meatless Monday Indonesia berhasil menjangkau jutaan orang melalui media sosial dan berbagai acara tatap muka. Mereka juga membangun komunitas “food warriors” — anak muda penuh semangat yang membantu menyebarkan pesan Meatless Monday kepada teman-teman sebaya mereka.

Menurut Andi Reski, Meatless Monday Indonesia bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, produsen pangan lokal, hingga figur media sosial berpengaruh. Mereka juga berhasil membawa pesan-pesan utama Meatless Monday kepada generasi muda melalui program sosialisasi sekolah. Bersama Palang Merah Indonesia, mereka turut memasukkan pesan mengenai manfaat pola makan berbasis nabati ke dalam kurikulum program kesehatan setelah sekolah.

Ke depannya, Meatless Monday memiliki rencana besar untuk memperluas program sosialisasi sekolah, memperdalam kerja sama dengan sektor swasta, dan menemukan cara-cara inovatif agar pola makan berbasis nabati semakin mudah diakses dan menarik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

“Para pendukung muda kami menggunakan gaya dan bahasa mereka sendiri untuk menyampaikan pesan yang ingin kami sebarkan,” kata Reski. “Mereka berbicara kepada diri mereka sendiri dan kepada teman-teman mereka tentang dampak Meatless Monday terhadap lingkungan. Generasi ini sangat bersemangat, dan dengan mereka berada di pihak kami, perubahan pola konsumsi bisa menjadi berkelanjutan sepanjang hidup mereka.”

article source: https://ccp.jhu.edu/2025/03/24/meatless-monday-indonesia-ghana-south-africa/

Kisah Sukses
Lainnya