2 hingga 3 batang daun bawang, dicincang hingga menghasilkan 2 sendok makan bagian putih dan 4 sendok makan bagian hijau (pisahkan keduanya)
1 cangkir (75 g) jamur kancing, dipotong dadu
½ sendok teh garam
2 sendok teh kecap asin
1 sendok teh minyak wijen
½ cangkir (60 g) kacang kastanye utuh matang (sekitar 10 butir), dikupas dan dicincang
½ cangkir (65 g) kacang polong atau wortel beku, ditambah ekstra untuk hiasan
50 lembar kulit pangsit tipis (bulat atau persegi)
Cara Membuat:
Masak beras ketan yang sudah direndam sesuai petunjuk pada kemasan. (Anda juga bisa memasaknya menggunakan microwave—metode favorit saya: Masukkan beras ke dalam mangkuk besar yang aman untuk microwave, lalu tambahkan 1 cangkir ditambah 2 sendok makan air. Tutup dengan tisu dapur yang lembap dan masak selama 3 menit. Aduk, lalu masak lagi selama 3 hingga 5 menit—periksa setiap menit—hingga beras menjadi bening dan empuk. Waktu memasak bergantung pada daya microwave Anda.) Jika
beras masih terasa kering, percikkan 1 hingga 2 sendok makan air dan tutup dengan handuk lembap. Sisihkan beras.
Tuangkan 1 sendok makan minyak sayur ke dalam wajan besar (wok) dan panaskan di atas api sedang hingga minyak terlihat berkilau panas.
Masukkan bawang bombay kuning dan bagian putih daun bawang, lalu tumis hingga harum (sekitar 30 detik hingga 1 menit). Tambahkan jamur dan garam, lalu masak sambil diaduk selama 2 hingga 3 menit hingga jamur melunak dan mengeluarkan air.
Tambahkan kecap asin, minyak wijen, dan bagian hijau
daun bawang, lalu masukkan nasi ketan yang sudah matang, kacang kastanye, dan kacang polong; aduk rata.
Angkat dari api dan aduk hingga tercampur rata. Cicipi dan sesuaikan bumbu jika perlu. Untuk merakit pangsit, siapkan area kerja Anda: letakkan isian di dalam mangkuk;
tutup kulit pangsit dengan handuk lembap agar tidak kering. Alasi nampan atau keranjang kukusan dengan kertas roti (parchment paper) atau olesi dengan minyak sayur agar tidak lengket.
Tuangkan air setinggi 5 hingga 7,5 cm (2 hingga 3 inci) ke dalam kukusan, lalu tutup dan didihkan air menggunakan api sedang-besar.
Scoop 1 heaping tablespoon of filling into the middle, pressing down gently. Curl your palm around the wrapper so it naturally gathers around the filling into an open
purse.
Ambil satu lembar kulit pangsit dan letakkan di telapak tangan kiri (atau tangan yang tidak dominan) Anda.
Ambil 1 sendok makan penuh isian dan letakkan di tengah kulit, lalu tekan perlahan. Lengkungkan telapak tangan Anda di sekeliling kulit pangsit agar kulit secara alami melipat ke arah isian membentuk kantong terbuka.
Buat lipatan-lipatan kecil sambil memutar pangsit untuk menutup bagian atasnya. Tahan posisi kulit yang tertutup rapat saat Anda meletakkan pangsit di atas permukaan kerja, lalu ratakan
bagian bawahnya agar pangsit bisa berdiri tegak. Letakkan sebutir kacang polong atau potongan wortel di bagian atas sebagai hiasan, lalu pindahkan pangsit ke dalam keranjang kukusan. Ulangi langkah ini hingga keranjang kukusan penuh; atur posisi pangsit dengan jarak sekitar 1 inci (2,5 cm) satu sama lain dan olesi permukaannya dengan minyak agar tidak kering.
When the steamer basket is full, reduce the heat to medium and carefully lift the steamer lid away from you. Insert the rack and steam the dumplings for 6 to 7 minutes, or until the wrappers turn translucent.
Lanjutkan merakit pangsit selagi kelompok pertama ini sedang dikukus.
Pindahkan pangsit yang sudah matang ke piring saji besar dan tutup dengan aluminium foil (bagian yang mengilap menghadap ke bawah) agar tetap hangat sembari Anda mengukus sisa pangsit lainnya.