Tau nggak sih, pada 12–17 Oktober 2025, Meatless Monday Indonesia (MMI) ikut hadir di World Food Forum (WFF) Global Youth Action Initiative (Youth Initiative) di Roma, Italia. Acara ini jadi wadah berkumpulnya anak muda, petani, chef, pembuat kebijakan, investor, dan berbagai komunitas dari seluruh dunia untuk ngobrol bareng soal masa depan pangan yang lebih baik, dengan semangat solidaritas, inovasi, dan memiliki tujuan.
Dengan tema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future”, acara ini digelar oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB sekaligus merayakan 80 tahun berdirinya FAO. Melalui WFF, peserta diajak merancang solusi global mulai dari penggunaan teknologi dan agroforestri, melestarikan pengetahuan tradisional, memperbarui pendidikan pangan, sampai mendorong lebih banyak anak muda terlibat dalam proses kebijakan.
Forum ini menghadirkan peserta lintas keahlian untuk mengeksplorasi strategi bersama dalam menjawab tantangan sistem pangan, memaparkan pembelajaran dari data, studi kasus, dan pengalaman lapangan yang menunjukkan bagaimana perubahan dapat terjadi.
Sekaligus memberi ruang bagi kaum muda untuk menampilkan kontribusi mereka, menyuarakan perspektif pemimpin muda, masyarakat adat, peneliti, dan sektor swasta demi mendorong pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat kerja sama dan aliansi agar inovasi dan transformasi di sektor agrifood dapat berlangsung lebih cepat.
Selain itu, Meatless Monday Indonesia bersama Meatless Monday Global dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Afrika Selatan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan gerakan Meatless Monday dan menjabarkan upaya advokasi yang sudah dilakukan selama ini di berbagai negara.
Dari Interaksi ke Aksi: Cerita Meatless Monday di WFF

Di WFF, Meatless Monday membuka booth interaktif. Tujuannya simpel, bikin orang makin paham kalau Meatless Monday itu bukan sekedar gerakan ‘tidak makan daging setiap Senin’ tapi journey menuju hidup yang lebih mindful dan ramah lingkungan.
Para pengunjung ikut dalam berbagai kegiatan, termasuk diskusi dan sesi interaktif yaitu memberikan harapan terkait masa depan pangan yang berkelanjutan dan lebih baik melalui telephone engagement. Mereka melihat misi Meatless Monday selaras dengan isu WFF yakni isu iklim, keanekaragaman hayati, pangan berkelanjutan, dan upaya menjaga ekosistem air bersih. Peserta juga menekankan pentingnya protein nabati serta melihat kampanye ini sebagai perjalanan budaya dan eksplorasi makanan, bukan aturan diet yang ketat.
Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari interaksi ini, di mana Meatless Monday lebih mudah diterima ketika diposisikan sebagai gerakan yang fleksibel, inklusif, dan menyenangkan, dengan pendekatan “one day a week” yang sesuai berbagai budaya dan gaya hidup.
Meski banyak peserta memahami keterkaitan konsumsi daging dengan dampak lingkungan dan kesehatan, mereka masih membutuhkan langkah praktis yang dijelaskan melalui pesan-pesan sederhana, storytelling tentang tradisi makanan dan kebiasaan keluarga jauh lebih efektif dalam menyampaikan kampanye. Antusiasme anak muda juga membuka peluang jejaring dan inovasi lokal.
Selain itu, tim Meatless Monday juga terlibat aktif di beberapa sesi menarik dan relevan dengan gerakan Meatless Monday, seperti:
Youth Assembly: Agrifood systems, NDC 3.0, and COP30: muncul beberapa poin penting, seperti peran strategis anak muda dalam mendorong sistem pangan yang berkelanjutan dan ramah iklim, pentingnya keterwakilan pemuda dalam keputusan iklim global, solusi yang dipimpin oleh pemuda, dan suara pemuda dalam COP30 pada isu pangan, iklim, dan keberlanjutan.
Diet berbasis nabati dari perspektif gizi yang mencakup beberapa poin: diet harus memadai dalam segi nutrisi, beragam, dan terjangkau; makan tradisional menjadi transisi pola makan yang baik; gastronomi menjadi peran penting dalam menerima pola makan berbasis nabati; kolaborasi anak muda untuk mempromosikan kebiasaan makan yang berkelanjutan.
Pangan masa depan, menjabarkan keterhubungan dengan Meatless Monday, yakni mendorong pangan berbasis nabati yang lebih ramah iklim, meningkatkan gizi, membantu melindungi lingkungan, dan mendukung pilihan makan yang adil dan inklusif.
Perjalanan MMI di World Food Forum 2025 menunjukkan satu hal, anak muda punya peran besar dalam mengubah masa depan pangan. So, stay tuned terus, karena perjalanan Meatless Monday Indonesia belum selesai!