{"id":1808,"date":"2026-03-03T10:14:20","date_gmt":"2026-03-03T03:14:20","guid":{"rendered":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/?p=1808"},"modified":"2026-04-20T16:19:49","modified_gmt":"2026-04-20T09:19:49","slug":"ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/","title":{"rendered":"Ketahanan Pangan Ala Kampung Adat Cirendeu"},"content":{"rendered":"<p><em>Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di GNFI<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: <a href=\"https:\/\/www.goodnewsfromindonesia.id\/u\/fikri_4syari\">Muhamad Fikri Asy&#8217;ari<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan kalau suatu hari nasi yang kita makan sehari-hari tiba-tiba hilang dari peredaran karena beras langka. Cemas? Pastinya! Tapi di Kampung Cirendeu, Cimahi, mereka udah lama loh punya cara yang jitu nan keren untuk survive tanpa bergantung pada beras. Yup, mereka memilih singkong sebagai makanan pokok sehari-hari. Anti-mainstream banget bukan? Tapi karena itu mereka jadi tangguh untuk menghadapi isu ketahanan pangan di daerahnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berkenalan dengan Kampung Cirendeu<\/h2>\n\n\n\n<p>Kampung Cirendeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Dibalik sejarah, kampung ini menyimpan kejadian tragis dimana Kampung Cirendeu dahulu merupakan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwi Gajah. Pemandangan disuguhkan dengan menggunungnya sampah-sampah hingga terjadinya longsor pada 21 Februari 2005 yang merenggut 157 nyawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, kesulitan tersebut sirna digantikan dengan tradisi masyarakat dan pemandangan kebun singkong yang luas. Bahkan, Kampung Cirendeu dinobatkan sebagai \u2018pahlawan pangan\u2019 karena telah mengganti nasi dengan singkong. Kampung ini pun menjadi kampung adat sebab pakemnya adalah tradisi leluhur yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya untuk mencapai kemerdekaan lahir dan batin, untuk menguji keyakinan, agar masyarakat senantiasa mengingat Sang Hyang Kersa (Tuhan Yang Maha Esa).<\/p>\n\n\n\n<p>Sejalan dengan nilai tersebut, sejak tahun 1918 masyarakat Kampung Cirendeu mulai beralih dari beras sebagai makanan pokok.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahannya dipelopori oleh Ibu Omah Asmanah, seorang putri dari Bapa Haji Ali Madrais. Bapa Haji Ali Madrasi sendiri merupakan nenek moyang masyarakat Cirendeu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu Omah Asmanah pun mengembangkan makanan pokok non-beras ini dan diberikan pengakuan sebagai \u2018pahlawan pangan\u2019 pada tahun 1964 oleh Wedana Cimahi. Pada akhirnya, hingga kini Kampung Cirendeu tidak memiliki lagi kesulitan akan kebutuhan pangan. Singkong menjadi penyelamat warga dari krisis pangan. Makanan pun diolah tidak menjadi nasi saja, melainkan berbagai panganan yang berasal dari singkong.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Konsep Ketahanan Pangan Kampung Adat Cirendeu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"translation-block\">Di tengah masyarakat Indonesia yang identik dengan \u2018belum makan kalau belum makan nasi\u2019, Kampung Cirendeu muncul dengan konsep dan filosofi yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila ditelisik, ketahanan pangan di Kampung Cirendeu tidak dijelaskan secara teori yang rumit, tapi praktik nyata dalam keseharian masyarakatnya. Beberapa hal yang bikin mereka bisa bertahan hingga kini yaitu,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"translation-block\"><strong>Diversifikasi pangan<\/strong>,  dengan singkong pengganti beras yang diolah menjadi rasi\/nasi singkong dan berbagai makanan lezat. Atas tidak ketergantungan ini, Kampung Cirendeu terbebaskan dari naiknya harga beras yang kian mahal dan langka di pasaran. Sehingga pangan lokal ini telah menyelamatkan warga dari kelaparan dan kekosongan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kemandirian Pangan<\/strong>&nbsp;Kemandirian pangan terjadi karena masyarakat tidak tergantung pada pasar dan secara mandiri menanam singkong di kampungnya. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil dan mengolah sendiri tanpa khawatir terhadap harga atau kualitas singkong.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kearifan lokal<\/strong>pakem tradisi dan leluhur masyarakat Kampung Cirendeu telah berkontribusi pada diversifikasi dan kemandirian pangan ini. Tradisi ini diwariskan secara lintas generasi dan sangat relevan hingga sekarang, di tengah kesulitan pangan yang menerjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"translation-block\">Mindset ini bisa dibilang \u2018no rice, no cry\u2019. Dengan hadirnya singkong, mereka tetap bisa hidup sehat, kenyang, dan mandiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Filosofi di Balik Singkong<\/h2>\n\n\n\n<p>Lalu, kenapa harus singkong?<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi warga Cirendeu, singkong tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kemandirian. Hal ini juga sesuai dengan perkataan Haji Ali Madrais, di mana jika orang Cirendeu tidak mau terkena bencana, maka pantang makan nasi. Sehingga dengan kepercayaan itu mereka tidak rapuh terhadap krisis pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan hanya singkong, mereka telah menunjukkan bahwa hidup tetap terus berjalan tanpa mengikuti arus. Filosofi ini tentunya sejalan dengan tren anak muda kini, yakni eco-living, sustainable lifestyle, dan back to nature.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dilansir dari Alodokter, singkong memiliki kandungan karbohidrat yang lebih banyak daripada nasi, yakni hampir 40 gram. Begitu pun dengan nutrisi lain seperti protein, serat, folat, vitamin B, vitamin C, dan kalium.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pelajaran untuk Kaum Muda<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"translation-block\">Sebagai anak muda, dengan melihat suksesnya Kampung Cirendeu dalam beralih pangan. Kita bisa mempelajarinya, seperti mindful eating, untuk menjadi lebih sadar akan apa yang kita konsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Isu krisis pangan yang berkelindan dengan climate change telah mendorong kita untuk melakukan urban farming, hidroponik, atau membentuk komunitas pangan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan langkah kecil ini, tentu akan berdampak besar apabila dikerjakan secara konsisten. Kalau lihat warga Cirendeu yang survive tanpa nasi, kita juga bisa memulainya dengan langkah yang paling sederhana, yakni mengurangi food waste, mencoba menanam sayuran sendiri, atau mendukung produk lokal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p>Sedentary Lifestyle, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan.&nbsp;<em>8 Pilihan Karbohidrat Pengganti Nasi yang Mudah Ditemukan dan Bernutrisi.<\/em><br>Jabbaril, G.A. 2018.&nbsp;<em>Ketahanan Hidup Masyarakat Kampung Adat Cirendeu Dalam Perspektif Antropologis<\/em>&nbsp;Jurnal Budaya Etnika Vol. 2 No. 1<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>This article was previously published in GNFI Writer : Muhamad Fikri Asy&#8217;ari Imagine if one day the rice we eat every day suddenly disappeared from circulation because it became scarce. Worried? Of course! But in Cirendeu Village, Cimahi, they have long had a smart and remarkable way to survive without depending on rice. Yes, they [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1809,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-1808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meatless"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Food Security the Cirendeu Traditional Village Way - Meatless Monday Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way - Meatless Monday Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"This article was previously published in GNFI Writer : Muhamad Fikri Asy&#8217;ari Imagine if one day the rice we eat every day suddenly disappeared from circulation because it became scarce. Worried? Of course! But in Cirendeu Village, Cimahi, they have long had a smart and remarkable way to survive without depending on rice. Yes, they [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Meatless Monday Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-03T03:14:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-20T09:19:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"376\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/\",\"url\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/\",\"name\":\"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way - Meatless Monday Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg\",\"datePublished\":\"2026-03-03T03:14:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-20T09:19:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#\/schema\/person\/03e5e101cb7670a38f4a1a56c235929d\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg\",\"width\":640,\"height\":376},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/\",\"name\":\"Meatless Monday Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#\/schema\/person\/03e5e101cb7670a38f4a1a56c235929d\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/394e97e3f6519a5e48555699242d4a62b0685dca24cd5c9530393325a3c5b23d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/394e97e3f6519a5e48555699242d4a62b0685dca24cd5c9530393325a3c5b23d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/author\/adminmaka\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way - Meatless Monday Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way - Meatless Monday Indonesia","og_description":"This article was previously published in GNFI Writer : Muhamad Fikri Asy&#8217;ari Imagine if one day the rice we eat every day suddenly disappeared from circulation because it became scarce. Worried? Of course! But in Cirendeu Village, Cimahi, they have long had a smart and remarkable way to survive without depending on rice. Yes, they [&hellip;]","og_url":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/","og_site_name":"Meatless Monday Indonesia","article_published_time":"2026-03-03T03:14:20+00:00","article_modified_time":"2026-04-20T09:19:49+00:00","og_image":[{"width":640,"height":376,"url":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/","url":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/","name":"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way - Meatless Monday Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg","datePublished":"2026-03-03T03:14:20+00:00","dateModified":"2026-04-20T09:19:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#\/schema\/person\/03e5e101cb7670a38f4a1a56c235929d"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#primaryimage","url":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg","contentUrl":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Tari_jaipong_remaja.jpg","width":640,"height":376},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/ketahanan-pangan-ala-kampung-adat-cirendeu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Food Security the Cirendeu Traditional Village Way"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#website","url":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/","name":"Meatless Monday Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#\/schema\/person\/03e5e101cb7670a38f4a1a56c235929d","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/394e97e3f6519a5e48555699242d4a62b0685dca24cd5c9530393325a3c5b23d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/394e97e3f6519a5e48555699242d4a62b0685dca24cd5c9530393325a3c5b23d?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id"],"url":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/author\/adminmaka\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1808\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/meatlessmonday.jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}